olahraga selama pandemi corona

6 Mitos Tentang Olahraga Selama Pandemi Yang Harus Diketahui

Selama masa pandemi corona, tren olahraga sepertinya semakin meningkat. Walau begitu meningkat pula isu dampak kesehatan yang bisa timbul dari ragam kegiatan olahraga ini di tengah pandemi yang masih belum berakhir.

Untuk menanggapi isu yang terus beredar di masyarat yang berkaitan dengan olahraga. Maka dokter spesialis olahraga direktur Slim & Health Sports Center, dr Michael Triangto SpKO angkat bicara.

Baca Juga: Kuliner di Kelapa Gading Jakarta Utara

Michael mengungkapkan, memang banyak terjadi kesimpangsiuran informasi, dan masyarakat seharusnya tahu mana informasi yang mitos tentang berolahraga di tengah pandemi ini.

1. Pakai Masker Sewaktu Olahraga Ganggu Kesehatan

Informasi mengenai berolahraga dengan menggunakan masker akan menggangu kesehatan menjadi ramai dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat setelah dikabarkan orang-orang yang meninggal dunia saat berolahraga sambil memakai masker. Informasi ini juga dikait-kaitkan dengan penggunaan masker yang membuat orang akan merasa lebih mudah sesak napas, apalagi saat berolahraga. Namun, hal ini sudah dibantah oleh banyak tenaga ahli. Michael pun menyebutkan bahwa pernyataan masker mengganggu kesehatan itu adalah mitos belaka. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan penggunaan masker untuk kondisi saat ini.

Penggunaan masker ini akan bertindak sebagai barrier antara udara luar dan hidung maupun mulut yang akan menyaring udara sampai dengan 90 persen dan sama sekali tidak menghentikan aliran udara pernapasan. “Dengan demikian, penggunaan masker tidak akan menggangu pernapasan termasuk juga saat berolahraga dengan intesitas ringan sampai dengan sedang, karena di saat itu tubuh tidak membutuhkan udara pernapasan salam jumlah banyak,” jelas dia. Namun, jika Anda merasakan rasa tidak nyaman, tentunya hal itu bisa diatasi dengan penggunaan secara teratur yang membuat tubuh akan terbiasa dalam menggunakannya. Selain itu, Michael mengingatkan, penggunaan masker yang tepat dengan cara yang benar adalah bentuk tanggung jawab sosial kita untuk tidak terinfeksi dan menginfeksi orang lain yang berdampak pada diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara yang kita cintai ini.

2. Gym Dapat Tingkatkan Imunitas

Seperti yang disampaikan sebelumnya, olahraga berintensitas ringan hingga sedang akan dapat meningkatkan kesehatan. Namun, kata dia, bilamana olahraga tersebut terus ditingkatkan intensitas latihannya, sehingga menjadi berat, justru akan menurunkan intensitas tubuh. “Sehingga akan lebih memungkinkan untuk terinfeksi Covid-19,” ujarnya.

Selain itu juga, jika kebersihan peralatan yang dipakai bersama tidak dapat dijaga dengan baik. maka hal tersebut juga akan mempermudah penularan dari satu orang ke orang lain, terutama pengunjung di fasilitas gym bersama.

Jadi, pernyataan berolahraga berat di gym akan meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) terhadap penyakit dan baik untuk mencegah virus corona itu adalah mitos saja.

3. Berenang Mencegah Corona

Anjuran untuk mandi sebelum masuk ke rumah, setelah pulang dari aktivitas di luar rumah memang diperlukan. Sebagai salah satu cara menghindari diri dari kemungkinan infeksi Covid-19 dari luar rumah.

Dengan asumsi ini, diakui Michael. Tidak sedikit pula orang yang lantas menyamakan berenang di kolam renang sebagai mandi yang dapat membersikan diri, bahkan sekaligus dianggap sebagai olahraga.

Perlu diketahui jika Anda berenang di kolam pribadi dan tidak ada orang lain, maka kemungkinan terinfeksi Covid-19 memang rendah. Namun, jika Anda melakukannya di kolam renang umum dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Maka risiko terinfeksi Covid-19 itu menjadi besar. Oleh sebab itu, berenang yang dinyatakan sama dengan mandi, sehingga baik untuk mencegah Covid-19 itu hanya mitos belaka.

4. Bersepeda Adalah Olahraga Paling Aman

Tren bersepeda semakin meningkat selama pandemi virus corona yang belum berakhir ini. Tapi, tahukah Anda jika ada yang membuat pernyataan bersepeda merupakan olahraga yang paling aman selama pandemi Covid-19 itu adalah mitos saja. Bersepeda memang jenis olahraga daftar idn poker yang ramah lingkungan.

Bisa dapat meningkatkan kesehatan dam membantu mengatasi penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol darah yang tinggi dan juga gangguan jantung yang telah terkontrol.

“Jika dikatakan paling aman tentunya harus mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. Berikut beberapa aturan yang bisa Anda lakukan jika memang ingin bersepeda dengan aman. Pakai masker dengan benar.

Baca Juga: Berikut lima tempat makan halal di Kanagawa, Jepang

Bersepeda sendiri maupun dengan keluarga pilih daerah yang tergolong zona hijau. Jangan bersepeda dengan orang yang tak dikenal.

Jangan berkelompok dalam jumlah banyak, lebih dari lima orang Jaga jarak antar pesepeda lain sejauh 20 meter atau lebih.