NASA MENGEJUTKAN DUNIA

Nasa Mengejutkan Dunia kembali

NASA Siapkan Rp 415 Triliun untuk Misi ke Bulan

NASA memiliki temuan mengejutkan. badan antariksa milik Amerika Serikat itu melaporkan bahwa pihaknya telah menemukan sebuah tulang manusia di planet Mars.

Hal ini pun kemudian menimbulkan berbagai persepsi tentang kehidupan manusia di zaman sebelumnya dan yang akan mendatang . Isu tersebut menarik perhatian pembaca kanal Global http://igalambert.net/ hari ini

 

Beralih mengenai pandemi Corona COVID-19, kali ini mengenai dampak psikologis yang terjadi di Belanda. Pandemi yang membuat semua sektor usaha harus tutup sementara, termasuk sektor prostitusi. Hal ini kemudian membuat orang beralih ke boneka seks, hingga minat terhadap boneka seks pun menjadi kian meningkat.

 Wahana NASA Temukan Tulang Manusia di Mars? Ini Fakta Sebenarnya

Sebuah foto di Mars hasil tangkapan wahana antariksa milik NASA pada 2014 menjadi perhatian. Objak dalam foto itu tampak seperti tulang paha manusia.

Namun ternyata, objek yang terlihat hanyalah merupakan bebatuan tua, dan enam tahun lalu NASA telah membantah foto yang mirip seperti tulang manusia di planet tersebut.

Curiosity Rover’s MastCam mengambil gambar tersebut pada 14 Agustus 2014, dan dengan cepat memicu penyebaran teori konspirasi bahwa bukti Mars pernah memendam kehidupan. Hal ini, mendorong badan antariksa NASA untuk meluruskan teori tersebut.

Namun ternyata, objek yang terlihat hanyalah merupakan bebatuan tua, dan enam tahun lalu NASA telah membantah foto yang mirip seperti tulang manusia di planet tersebut.

Curiosity Rover’s MastCam mengambil gambar tersebut pada 14 Agustus 2014, dan dengan cepat memicu penyebaran teori konspirasi bahwa bukti Mars pernah memendam kehidupan. Hal ini, mendorong badan antariksa NASA untuk meluruskan teori tersebut.

Juru bicara NASA dalam suatu postingan blog singkatnya menuliskan, “terlihat dalam Mars rover Curiosity yang menggunakan MastCam-nya, batu Mars ini mungkin terlihat seperti tulang paha femur. Anggota tim sains misi berpikir bentuknya kemungkinan dipahat oleh erosi, baik angin atau air.”

http://aeacap.org/

“Jika kehidupan pernah ada di Mars, para ilmuwan berharap bahwa itu akan menjadi bentuk kehidupan kecil sederhana yang disebut mikroba. Mars kemungkinan tidak pernah memiliki cukup oksigen di atmosfernya dan di tempat lain untuk mendukung organisme yang lebih kompleks. Dengan demikian, fosil besar tidak mungkin terjadi,” tambahnya.

Namun, penglihatan pada suatu pola dalam konfigurasi acak bukanlah fenomena baru.